Wherever You Are (part 2)

      Jika kalian jadi Kazu pasti kalian akan terus mencari tau apa yang terjadi denganku, yap itu lah yang Kazu lakukan dia mencari tau tapi mencari tau langsung dari ku.

“kesini sebentar, aku mau ngomong” panggil kazu

“iyaaa, mau ngomong apa sih?” tanyaku sambil menghampirinya dan berusaha bersikap sebiasa mungkin

“kamu kenapa sih? Kalo ada apa-apa ngomng sini ke aku” tanyanya agak memaksa

“oh, itu, mmm… gapapa kok hehe” jawab ku bingung

“gak mau ngomong nih? Yaudah” jawabnya dengan sedikit kesal

“iyaa apa yang mau di omongin?” tanyaku seolah-olah tidak tau

“kamu kenapa minta maaf sama aku? Emang kamu ada salah apa?”

Pertanyaan Kazu membuat ku terdiam, aku tidak tau harus menjawab apa karena tidak mungkin aku jujur saat ini juga, aku hanya terdiam dan terdiam melihat matanya yang terus menatap ku, oh Tuhan aku tidak suka di posisi ini, aku tidak suka menjawab pertanyaan yang tidak bisa aku jawab saat ini juga, aku tidak suka ditatap seperti itu karena itu hanya membuatku makin, makin, mmm… makin suka padanya.

“hey jawab dong, aku nanya ini masa gak dijawab”

“eh iya iya, mmm… ya minta maaf aja” jawab ku yang terlepas dari lamunanku

“ya masa gak ada salah minta maaf, gak mungkin kan, pasti ada alasannya” kazu terus memaksa ku agar aku mau menjawab 

“heheh emang kenapa ya minta maaf aja masa gak boleh” canda ku datar

Dan aku tidak tahan lagi dengan semua ini, kalian tau saat percakapan ini terjadi mataku sudah berkaca-kaca ingin menangis, tapi mulutku terus saja tertawa, ini adalah hal terkonyol yang kesekian kalinya sering aku lakukan, tidak pernah bisa mengendalikan emosi ku sendiri. Di akhir pembicaraan Kazu kecewa karena aku tidak menjawab pertanyaannya dan aku sangat menyesal tapi ini yang aku harus lakukan. setelah percakapan itu aku tidak pernah menghubungi Kazu lagi, mungkin jika aku menghubunginya hanya sekedar basa-basi agar tidak terlalu terlihat perubahan pada diriku.

Waktu terus berjalan, hari terus berganti, aku tidak pernah melihatnya lagi, kemana dia? Kenapa tak ada? Apa dia sakit? Oh mungkin dia sedang sibuk atau mungkin dia sudah bersama orang yang di sayang, selalu itu yang terlintas di kepalaku saat aku merasa bosan, lelah dan rindu pada Kazu ku tersayang, tidak setiap hari aku memikirkannya karna aku sendiri pun sibuk dengan tugas-tugas ku. Saat ingin perjalanan pulang sebelum keluar gerbang aku melihatnya, lalu perasaan ini membuat muka ku menjadi merah, jantung ku berdetak kencang, darah ku mengalir deras, hey itu dia, lama sekali tak melihatnya tapi tunggu dulu “tenang, tenang, kendalikan emosi ini, ayo kau pasti bisa Keiko kau pasti bisa” ucap ku dalam hati, lalu ku ambil nafas panjang dan berusaha untuk tenang lalu pergi menghampirinya.

            Senang itu lah yang aku rasakan saat ini, aku dan Kazu kembali seperti dulu lagi, seperti dulu 
saat aku tak memperdulikan perasaan ku padanya, seperti dulu saat aku belum memikirkan bahwa suatu saat nanti Kazu akan menjauh dari ku dan aku akan kehilangannya. Aku tetap mengendalikan diriku, aku nikmati tiap detiknya, tak ku hiraukan sekeliling ku, hari ini Kazu kembali seperti dulu seperti Kazu ku yang biasanya. Setelah bertemu Kazu aku ingin sekali menghubunginya lagi tapi sebelum aku menghubunginya dia sudah terlebih dahulu mengirim pesan padaku.

“hey ada yang mau kamu omongin gak?” Tanya Kazu dalam pesannya

“apa yang harus di omongin lagi kazu?” balas ku secepat mungkin

“kamu jawab jujur ya, kamu kenapa, aku ngerasa ada yang beda dari kamu, jangan jawab ‘gapapa’ itu malah buat aku bingung”

“aku bingung harus cerita darimana” jawab ku singkat

“sesuka kamu, yang penting kamu jawab, kamu kasih tau ke aku kamu kenapa?” pinta kazu

“aku takut kehilangan kamu Kazu, aku takut kau meninggalkan ku” akhirnya aku menyerah dan menjawab dengan jujur

“aku gak bakal ninggalin kamu Keiko sayang dan aku gak mungkin ngejauh dari kamu”

Jawaban itu membuat ku senang tapi hanya sementara karena tidak mungkin dia tidak akan meninggalkan ku pasti ada saatnya aku akan kehilangannya.

“baiklah” jawabku singkat

Dan begitulah, setelah aku mengungkapkan semuanya tidak ada perubahan sedikit pun pada ku dan kazu untuk kembali seperti dulu pun tidak akan mungkin, jarak  memisahkan kami begitu jauh… sangat jauh. Apa lagi sekarang Kazu makin dekat dengan orang yang dia sayangi, jika Kazu senang bersamanya aku pun ikut senang.

            Aku tau Kazu tidak pernah ada rasa sedikit pun pada ku, mungkin Kazu hanya menganggap ku sebatas teman baik saja  atau hanya sekedar tidak enak dan kasian pada ku. Maaf kan aku ya yang sudah hadir dalam kehidupan mu dan entah membuat mu nyaman atau tidak, kau baik sekali pada ku… sangat baik. Jika memang begini seharusnya aku akan melakukannya, akan ku pendam ini sendiri dan menunggu Kazu benar-benar melihat ku disini. Dimana pun Kazu berada aku akan selalu membuatnya bahagia dan aku akan selalu ada untuknya. Aku akan terus menunggu sampai waktu yang menjawab, apakah Kazu akan datang pada ku atau aku akan lelah menunggunya yang tak pernah melihat ku sedikit pun.
 “Kazu bisa kah kau melupakannya dan benar-benar… benar-benar melihat ku disini” pinta ku dalam hati


Dan lagu ini yang selalu kedengar di setiap harinyaaa…
Wherever you are, I’ll always make you smile
Wherever you are, I’m always by your side
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
I promise you “forever” right now






:-)terimakasih sudah membaca, maaf jika ada kesamaan cerita, nama tokoh dan lainnya:-)

Komentar